Tradisi Mesuryak Bongan: Ritual Sakral Penghormatan Leluhur dan Kebahagiaan Bersama Pasca-Kuningan di Tabanan


Tabanan — Setiap 210 hari sekali, tepatnya pada hari Saniscara Kliwon Kuningan (Hari Raya Kuningan), suasana di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, dipenuhi riuh kebahagiaan yang tiada tanding. Krama desa berkumpul di depan pintu gerbang rumah (angkul-angkul) masing-masing untuk menggelar tradisi Mesuryak, sebuah ritual sakral mengantarkan roh para leluhur kembali ke alam nirwana dengan penuh keceriaan dan ucapan syukur.

Sejarah dan Nilai Filosofis Penghormatan Leluhur

Secara historis, tradisi Mesuryak telah diwariskan secara turun-temurun oleh krama Bongan Gede sejak zaman kuno. Kata mesuryak berasal dari bahasa Bali yang berarti bersorak atau berseru bahagia bersama-sama.

Berdasarkan teologi Hindu Bali setempat, para leluhur (pitarah) diyakini turun mengunjungi sanak keluarga di bumi sejak Hari Raya Galungan hingga Hari Raya Kuningan. Setelah berada di tengah keluarga selama sepuluh hari, para leluhur akan kembali ke Suarga Loka (alam baka) tepat pada tengah hari saat Hari Raya Kuningan. Krama desa meyakini bahwa proses kepulangan para leluhur tidak boleh dilepas dengan rasa sedih atau tangisan, melainkan harus diantarkan dengan riang gembira, sorak-sorai, serta bekal simbolis berupa uang tunai dan beras.

Prosesi Lempar Uang dan Kegembiraan Bersama

Rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan persembahyangan bersama keluarga di merajan (sanggah) serta pembersihan tempat-tempat suci rumah. Mulai pukul 09.00 hingga menjelang tengah hari (sebelum pukul 12.00 WITA), seluruh keluarga berkumpul di depan pintu gerbang pekarangan rumah mengusung Banten Pengadegan (sesaji simbolis stana leluhur) beserta perbekalan yang telah disucikan.

Pemimpin keluarga memimpin doa pelepasan, lalu mulai melemparkan uang tunai ke udara tepat di atas kerumunan warga dan anak-anak yang telah bersiap di jalanan. Warga yang hadir, tanpa memandang status sosial atau usia, berebut menangkap uang yang melayang di udara sambil bersorak riang. Lemparan uang ini melambangkan bekal bagi leluhur, sekaligus simbolisasi rezeki serta keberkahan yang dibagikan oleh para leluhur untuk keturunannya di dunia.

Panduan Kunjungan untuk Wisatawan

  • Waktu Pelaksanaan: Ritual Mesuryak digelar rutin setiap 210 hari sekali pada pagi hingga siang hari saat Hari Raya Kuningan, mulai pukul 09.00 hingga maksimal pukul 12.00 WITA. Seluruh prosesi wajib selesai sebelum tengah hari karena secara teologis, leluhur diyakini sudah kembali ke surga setelah jam tersebut. Acara berpusat di sepanjang jalan dan depan pekarangan rumah warga Banjar Adat Bongan Gede, Tabanan.
  • Etika dan Kebersihan: Wisatawan diwajibkan mengenakan pakaian adat ringan Bali yang sopan (minimal kain/kamen dan selendang/senteng), tidak menghalangi pergerakan warga yang sedang berebut uang, serta menjaga ketertiban umum di sepanjang jalan desa.

Kesimpulan

Tradisi Mesuryak di Banjar Adat Bongan Gede Tabanan merupakan bukti nyata keunikan budaya Bali yang memadukan kedalaman penghormatan spiritual kepada leluhur dengan ekspresi kebahagiaan dan kebersamaan sosial.