Tari Baris Panah: Tari Sakral dari Desa Kertha Mandala, Karangasem

Tari Baris Panah merupakan tari sakral yang terdapat di Banjar Dinas Kangkaang, Desa Kertha Mandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Dalam data Ceraken Kebudayaan Bali, Tari Baris Panah tercatat sebagai objek seni tidak berwujud dengan kondisi baik.

Waktu dan Pelaksanaan

Tari Baris Panah merupakan tari upacara yang dipentaskan setiap enam bulan sekali, yaitu pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Tumpek Kuningan. Pementasan berkaitan dengan piodalan Ida Meraga Taksu Baris Dadap dan Baris Panah serta Ida Bhatara Bagus Ayu Sakti.

Sebelum pementasan, para penari melakukan persembahyangan dan memohon izin di hadapan pelinggih yang berkaitan dengan pementasan. Setelah itu, penari bersiap menggunakan busana dan perlengkapan tari. Pementasan dimulai sekitar pukul 19.00 WITA dan berlangsung di pelataran depan Pelinggih Ida Bhatara Bagus Ayu Sakti.

Jumlah Penari dan Busana

Tari Baris Panah dibawakan oleh enam orang laki-laki yang berperan sebagai perempuan. Menurut data Ceraken, penggunaan penari laki-laki berkaitan dengan ketentuan pementasan tari tersebut pada saat upacara.

Busana yang digunakan antara lain gelung galuh sebagai penutup kepala yang dihias dengan bunga, bapang pada bagian leher, serta pakaian tari berbahan kain prada. Bagian bawah busana terdiri atas awiran dan lelamakan yang menjuntai dari bagian pundak.

Properti Tari

Sesuai namanya, salah satu ciri utama Tari Baris Panah adalah penggunaan busur dan anak panah sebagai properti tari. Properti tersebut berkaitan dengan tema keprajuritan yang terdapat dalam bentuk pertunjukannya.

Gerakan Tari

Gerakan Tari Baris Panah memiliki arah yang berkaitan dengan empat arah mata angin dan bagian tengah sebagai pusat. Dalam struktur pertunjukannya terdapat tiga bagian, yaitu papeson, pangawak, dan pangecet atau pakaad.

Beberapa gerakan yang dicatat dalam data Ceraken antara lain agem ngawan, agem kiwa, ngeed, nyeleseh, makipekan, nyengking, ngulah nguter, kirig udang, ngibas oncer, mentang panah, dan manah.

Musik Pengiring

Tari Baris Panah diiringi Gamelan Pegambuhan. Instrumen yang dicatat dalam Ceraken meliputi rebab, kangsi, kajar, ceng-ceng ricik, gentorag, kempur, klenang, kenyir, gumanak, dan sepasang kendang krumpung.

Asal dan Perkembangan

Data Ceraken mencatat bahwa asal-usul Tari Baris Panah berkaitan dengan perpindahan masyarakat pendukung budaya dari Desa Ngis menuju wilayah yang kemudian menjadi tempat tinggal masyarakat di Banjar Kangkaang. Tradisi lisan yang dicatat dalam sumber tersebut menyebut perpindahan terjadi sekitar tahun 1700-an.

Namun, sumber tersebut juga menyatakan bahwa penciptaan Tari Baris Panah tidak diketahui secara pasti. Karena itu, asal-usul tersebut lebih tepat disebut sebagai keterangan berdasarkan tradisi lisan dan sumber yang dicatat Ceraken, bukan sebagai sejarah yang dapat dipastikan secara mutlak.

Fungsi dan Nilai Budaya

Tari Baris Panah berfungsi sebagai bagian dari kegiatan upacara masyarakat setempat. Dalam data Ceraken, tarian ini juga dikaitkan dengan permohonan keselamatan, rasa syukur atas hasil panen, serta kehidupan sosial masyarakat.

Nilai yang dicatat dalam Tari Baris Panah meliputi nilai religius, kepahlawanan, estetika, solidaritas, dan kebersamaan. Persiapan upacara dan pementasan juga melibatkan masyarakat secara bersama-sama.

Pelestarian

Tari Baris Panah masih dilestarikan oleh masyarakat setempat dan tetap dipentaskan dalam rangkaian upacara yang berkaitan dengannya. Keberadaan penari, penabuh, pemangku, dan masyarakat pendukung menjadi bagian dari keberlangsungan tradisi tersebut.

Tari Baris Panah menunjukkan hubungan antara seni tari, kegiatan upacara, dan kehidupan masyarakat di Banjar Dinas Kangkaang, Desa Kertha Mandala, Karangasem.