Tari Baris Klemat: Tarian Sakral Masyarakat Pesisir Seseh, Badung

Tari Baris Klemat merupakan tarian tradisional Bali yang berasal dari Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tarian ini menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat dan berkaitan erat dengan kehidupan warga pesisir yang sebagian berprofesi sebagai nelayan.

Berdasarkan data Ceraken Kebudayaan Bali, Tari Baris Klemat merupakan tarian sakral yang diwariskan secara turun-temurun. Tarian ini dipentaskan dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Segara yang terletak di kawasan pesisir Pantai Seseh.

Sejarah Tari Baris Klemat

Sejarah Tari Baris Klemat berkaitan dengan keberadaan Desa Adat Seseh dan Pura Dalem Segara. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, asal-usul tarian ini berhubungan dengan legenda seorang nelayan yang memperoleh benda pusaka berupa bende dan lemat dari penguasa lautan.

Cerita tersebut merupakan legenda yang diwariskan dalam tradisi setempat, sehingga tidak dapat dipastikan sebagai catatan sejarah yang terbukti secara independen.

Keberadaan Tari Baris Klemat hingga sekarang menunjukkan bagaimana masyarakat Desa Adat Seseh mempertahankan tradisi yang memiliki hubungan dengan kehidupan keagamaan dan mata pencaharian mereka.

Ciri Khas dan Properti Tari Baris Klemat

Salah satu keunikan Tari Baris Klemat adalah penggunaan perlengkapan yang berkaitan dengan kegiatan nelayan. Properti tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi bagian penting dari karakter tarian.

Berdasarkan dokumentasi Ceraken Kebudayaan Bali, terdapat tiga perlengkapan utama yang digunakan dalam tarian ini:

  • Klemat: Perlengkapan menyerupai dayung dengan dua sisi daun yang dapat digunakan dari sisi kanan maupun kiri.
  • Kancuh: Alat untuk mengeluarkan air dari dalam perahu.
  • Pancer: Kemudi pada perahu tradisional.

Penggunaan perlengkapan tersebut memperlihatkan hubungan antara Tari Baris Klemat dan kehidupan masyarakat pesisir Seseh.

Penari, Busana, dan Iringan Musik

Tari Baris Klemat dibawakan oleh 13 penari laki-laki dewasa yang berasal dari masyarakat Desa Adat Seseh. Jumlah penari tersebut memiliki makna simbolis dalam penjelasan tradisi setempat.

Busana yang digunakan berupa pakaian sederhana untuk ke pura, dengan kain dan penutup kepala. Tata riasnya juga relatif sederhana, sesuai dengan karakter tarian tradisional tersebut.

Pementasan Tari Baris Klemat diiringi gamelan Gong Kebyar. Para penari melakukan berbagai gerakan mengikuti irama musik, termasuk gerakan yang dikenal dengan istilah nayog, ngicig, malpal, tanjek, dan jongkok.

Kombinasi gerakan, musik, busana, dan properti membentuk karakter Tari Baris Klemat yang berbeda dari jenis Tari Baris lainnya.

Waktu dan Tempat Pementasan

Tari Baris Klemat dipentaskan pada saat piodalan di Pura Dalem Segara, Desa Adat Seseh. Menurut Ceraken Kebudayaan Bali, pementasan biasanya berkaitan dengan Purnama Sasih Kapat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, tarian menjadi bagian dari kegiatan keagamaan masyarakat. Karena sifatnya sakral, pelaksanaan dan tata cara pementasannya mengikuti tradisi yang berlaku di Desa Adat Seseh.

Makna Tari Baris Klemat bagi Masyarakat

Menurut penjelasan Ceraken Kebudayaan Bali, Tari Baris Klemat menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil laut yang memberikan penghidupan bagi warga setempat.

Tarian ini juga berkaitan dengan harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta lingkungan alam.

Makna spiritual tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat pendukungnya. Selain fungsi keagamaan, pelaksanaan tarian turut mempertemukan warga dan memperkuat hubungan sosial melalui persiapan serta pelaksanaan upacara bersama.

Upaya Pelestarian Tari Baris Klemat

Pelestarian Tari Baris Klemat dapat dilakukan melalui pewarisan keterampilan tari kepada generasi muda, pendokumentasian gerakan dan iringan musik, serta pengenalan sejarah budayanya melalui sumber yang dapat dipercaya.

Masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tarian ini, terutama karena pementasannya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Dokumentasi tertulis juga membantu menjaga pengetahuan tentang properti, busana, dan struktur pertunjukan agar tidak hilang.

Pelestarian perlu dilakukan dengan tetap menghormati aturan dan kesakralan tradisi yang berlaku di Desa Adat Seseh.

Kesimpulan

Tari Baris Klemat merupakan tarian sakral dari Desa Adat Seseh, Kabupaten Badung, yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Keunikannya terlihat dari penggunaan perlengkapan nelayan, yaitu klemat, kancuh, dan pancer, serta iringan gamelan Gong Kebyar. Tarian ini tidak hanya menjadi bagian dari upacara keagamaan, tetapi juga mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, dan hubungan masyarakat dengan lingkungan laut.