Klungkung — Di Kabupaten Klungkung, Desa Adat Kamasan dikenal secara luas sebagai pusat perkembangan seni lukis klasik tertua di Bali. Gaya lukisan yang berakar dari abad ke-14 pada era Kerajaan Majapahit dan masa kejayaan Kerajaan Gelgel ini tetap dipertahankan pakemnya secara murni oleh para seniman lokal hingga saat ini.
Sejarah Abad ke-14 dan Era Kerajaan Gelgel
Secara historis, seni lukis gaya Kamasan berkembang pesat pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Kerajaan Gelgel abad ke-16. Pada era tersebut, para seniman di Banjar Sangging Desa Kamasan mendapat tugas khusus dari istana untuk membuat ukiran, hiasan kain, serta lukisan wayang yang difungsikan sebagai sarana keagamaan dan dekorasi Puri Agung Gelgel.
Teknik lukis ini diturutkan secara turun-temurun melalui sistem sanggar di Banjar Sangging. Keahlian mewarnai dan melukis garis tokoh wayang dijaga ketat sesuai dengan pakem standar seni klasik Bali tanpa terpengaruh oleh aliran seni modern barat.
Ciri Khas Visual dan Adaptasi Media
Keunikan utama lukisan gaya Kamasan terletak pada penggunaan objek cerita yang mengambil kisah epik Ramayana, Mahabharata, serta cerita Sutasoma. Penggambaran tokoh-tokohnya menggunakan karakter wayang kulit dengan sudut pandang dua dimensi (flat).
Dalam proses pembuatannya, sketsa atau garis dasar (nyorek) dibuat menggunakan tinta bak atau mangsi. Dari segi pewarnaan, pakem klasik Kamasan menggunakan bahan alami seperti lem ancur (perekat dari kulit dan tulang hewan), warna kuning/merah bata dari gerusan batu pere, warna merah cerah dari kencu (pigmen mineral), serta warna hitam dari jelaga lampu minyak. Namun saat ini, akibat kelangkaan bahan batu alam, para seniman telah beradaptasi menggunakan cat akrilik modern untuk karya sehari-hari, sementara bahan alami tradisional tetap dipertahankan khusus untuk restorasi pura sakral, pesanan kolektor, atau pameran seni.
Panduan Kunjungan untuk Wisatawan
Aktivitas Kunjungan: Wisatawan yang berkunjung ke Desa Adat Kamasan dapat melihat langsung proses pembuatan lukisan di sanggar-sanggar seni warga lokal di Banjar Sangging.
Etika dan Tata Tertib: Pengunjung diimbau untuk meminta izin sebelum mengambil foto proses melukis, berpakaian sopan saat memasuki area sanggar pekarangan rumah warga, serta menghargai karya seni yang sedang dikerjakan.
Kesimpulan
Seni lukis gaya Kamasan di Klungkung bukan sekadar karya visual biasa, melainkan warisan peradaban abad ke-14 yang berhasil melestarikan identitas seni klasik Bali secara utuh, sembari tetap adaptif menghadapi perkembangan zaman.