Tari Baris Klemat: Tarian Sakral Masyarakat Desa Adat Seseh

Tari Baris Klemat merupakan tarian klasik yang disakralkan oleh masyarakat Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tari ini menjadi bagian dari upacara piodalan di Pura Dalem Segara, yang berada di pesisir Pantai Seseh. Ceraken mencatat Tari Baris Klemat sebagai objek seni dalam kondisi baik dan tidak berwujud.

Latar Belakang Tari Baris Klemat

Tari Baris Klemat berkaitan dengan kehidupan masyarakat Desa Adat Seseh yang sebagian berprofesi sebagai nelayan. Pementasan tari ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas hasil laut yang mereka peroleh.

Nama Klemat berkaitan dengan istilah kelemat, yang dalam konteks tari merupakan perlengkapan nelayan berbentuk seperti dayung dengan dua sisi. Selain klemat, penari juga membawa kancuh sebagai alat untuk mengeluarkan air dari jukung dan pancer yang berfungsi sebagai kemudi jukung tradisional.

Waktu dan Tempat Pementasan

Tari Baris Klemat biasanya dipentaskan pada Purnama Sasih Kapat, ketika berlangsung piodalan di Pura Dalem Segara. Tempat pementasannya berada di kawasan pesisir Pantai Seseh, Desa Adat Seseh.

Karena merupakan tarian sakral yang menjadi bagian dari upacara, Tari Baris Klemat tidak dipentaskan secara bebas seperti pertunjukan tari untuk hiburan umum.

Penari dan Busana

Tari Baris Klemat dibawakan oleh 13 orang penari laki-laki dewasa yang merupakan krama Desa Adat Seseh. Para penari mengenakan busana adat ke pura yang sederhana atau disebut Bebarisan Mesesaputan.

Dalam pementasan, sebagian penari membawa klemat, sementara penari lainnya membawa kancuh dan pancer.

Gerakan dan Musik Pengiring

Beberapa ragam gerak yang tercatat dalam Tari Baris Klemat antara lain nayog, ngicig, malpal, tanjek, jongkok, nengkleng, makecog, dan makesyab.

Tari ini diiringi Gong Kebyar. Para penari bergerak mengikuti irama gamelan tersebut selama pementasan.

Fungsi dan Makna

Tari Baris Klemat memiliki fungsi yang berkaitan dengan keagamaan, sosial, sejarah, dan estetika. Dalam konteks keagamaan, pementasan menjadi bagian dari upacara dan ungkapan rasa syukur masyarakat. Dari sisi sosial, pelaksanaan upacara menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarsesama.

Tari ini juga menjadi bagian dari pewarisan budaya masyarakat Desa Adat Seseh. Ceraken mencatat bahwa Tari Baris Klemat diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.