Wakapolda Bali Temui Pengemudi Ojek Online di Denpasar untuk Tampung Aspirasi Jelang Nataru

Wakapolda Bali Brigjen I Made Astawa menemui pengemudi ojek online di Polsubsektor Diponegoro, Denpasar, Rabu (21/10/2026), dalam pertemuan yang bertujuan menyerap aspirasi dan menampung masukan terkait kejahatan, pelanggaran lalu lintas, serta potensi kemacetan menjelang Natal dan Tahun Baru. Pertemuan itu berlangsung antara pimpinan kepolisian setempat dan perwakilan pengemudi ojek online, menurut keterangan yang disampaikan.

Para pengemudi menyampaikan sejumlah kekhawatiran, antara lain dugaan praktik perjudian dan laporan tentang kejahatan modus hipnotis. Keluhan ini disampaikan langsung oleh pengemudi selama sesi dialog di lokasi pertemuan, kata pihak yang hadir. Astawa menanggapi keluhan tersebut dengan menyatakan bahwa Polda Bali akan menindaklanjuti laporan yang masuk.

langkah yang disebutkan oleh Astawa meliputi peningkatan frekuensi patroli dan koordinasi dengan instansi terkait, menurut pernyataannya. Ia mengatakan tindakan itu akan ditempuh sebagai respons awal terhadap laporan para pengemudi, tanpa merinci jadwal atau lokasi patroli tambahan. Polda Bali juga akan melakukan komunikasi lanjutan dengan pihak-pihak yang relevan guna menindaklanjuti laporan yang diterima, menurut keterangan yang sama.

Pertemuan di Polsubsektor Diponegoro merupakan wadah komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan pengemudi ojek online; penyelenggaraan dialog seperti ini dimaksudkan untuk menampung masukan operasional serta keluhan yang memengaruhi aktivitas harian pengemudi, demikian yang tersirat dari tujuan pertemuan. Selain soal dugaan perjudian dan hipnotis, isu pelanggaran lalu lintas dan potensi kemacetan menjadi bagian dari agenda pembicaraan sebagai persiapan menyambut lonjakan mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

Pihak pengemudi yang hadir tidak disebutkan jumlahnya secara rinci dalam keterangan resmi yang tersedia. Demikian pula rincian laporan, seperti identitas pelaku dugaan perjudian atau lokasi kejadian dugaan modus hipnotis, belum dipublikasikan pada saat pertemuan, sehingga langkah penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan detail kasus tersebut.

Astawa menegaskan bahwa tindak lanjut akan melibatkan upaya patroli lebih intensif di lapangan dan rangkaian koordinasi dengan lembaga terkait. Nama lembaga atau instansi yang akan diajak koordinasi tidak dirinci dalam pernyataan yang disampaikan saat pertemuan. Polisi mengimbau agar masyarakat dan para pengemudi segera melaporkan kejadian yang dicurigai agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme penegakan hukum, menurut keterangan yang diberikan.

Pertemuan itu juga menempatkan perhatian pada kesiapan menghadapi potensi kemacetan selama Natal dan Tahun Baru, karena momen tersebut cenderung meningkatkan mobilitas publik. Rencana konkret penanganan lalu lintas dan pengaturan operasional transportasi belum dirinci secara terpisah dalam keterangan yang ada; Polda Bali hanya menyampaikan komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut tentang hasil akhir pertemuan atau jadwal tindak lanjut yang dipublikasikan secara rinci. Polda Bali menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang masuk, sementara detail investigasi dan langkah operasional lebih lanjut kemungkinan akan diinformasikan kemudian oleh instansi yang berwenang.

Lihat postingan selengkapnya di bawah ini :

https://www.instagram.com/reel/Deygq1KghOG/?vrfl=aGp0eDRkNTBpNWg2