Warga Desa Sumberkima Ditemukan Tewas di Hutan Saat Cari Rumput

Wayan Suriata (57), warga Banjar Dinas Sumberkesambi, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, ditemukan meninggal dunia di kawasan Hutan Sumberkima setelah dilaporkan hilang saat mencari rumput untuk pakan ternak, menurut keterangan pihak terkait. Peristiwa itu berawal ketika Suriata berangkat ke hutan bersama seorang rekannya pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WITA dan tidak kembali ke rumah hingga siang hari.

Keluarga dan warga setempat kemudian melakukan pencarian pada hari yang sama dan melaporkan kejadian itu ke Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng pada Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 13.48 WITA, kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Dony Indrawan. Setelah laporan diterima, tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng berjumlah enam personel diberangkatkan untuk melakukan penyisiran di kawasan hutan lindung Desa Sumberkima.

Proses pencarian dilakukan menyusuri medan hutan yang cukup sulit serta dipenuhi pepohonan dan semak belukar, menurut penuturan tim SAR. Tim sedang dalam perjalanan saat menerima informasi bahwa Suriata telah ditemukan meninggal, tepatnya pada Selasa, 6 Oktober 2026 sekitar pukul 15.10 WITA. Informasi penemuan itu diterima oleh tim SAR sebelum mereka sempat mencapai titik penemuan.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak yang menangani operasi di lapangan, ada dugaan korban terpeleset ketika berada di kawasan hutan. Tim SAR gabungan bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah dan membawa ke rumah duka, sesuai prosedur evakuasi yang dijalankan oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, kata Kadek Dony Indrawan. Usia korban tercatat 57 tahun, informasi yang disampaikan oleh pihak berwenang kepada publik.

Kronologi yang dirilis menunjukkan Suriata dan rekannya berjalan beberapa kilometer ke dalam hutan sebelum keduanya berpisah; rekannya melanjutkan aktivitas berburu sedangkan Suriata meneruskan pencarian rumput. Saat Suriata tidak kembali pada siang hari 5 Oktober 2026, keluarga dan warga melancarkan usaha pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke pos SAR keesokan harinya, menurut catatan waktu yang disampaikan pihak terkait.

Jumlah personel yang dikerahkan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng sebanyak enam orang. Mereka diberangkatkan setelah laporan masuk pada Selasa siang dan sudah bergerak menuju lokasi ketika informasi penemuan jenazah diterima. Evakuasi jenazah dilaksanakan secara bersama antara tim SAR dan warga setempat, kemudian jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Sumberkima, menurut laporan tim operasi.

Hingga saat ini penyebab pasti kematian belum dipastikan secara resmi dan masih dalam penanganan serta penyelidikan pihak berwenang, demikian penegasan dari pihak penanggung jawab operasi pencarian. Dugaan awal mengenai terpeleset disebut sebagai informasi awal yang disampaikan oleh tim di lapangan, namun penyebab akhir akan ditentukan melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh instansi terkait.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga Banjar Dinas Sumberkesambi yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi, sementara koordinasi penanganan jenazah dilaksanakan bersama aparat setempat sesuai prosedur yang diterapkan di lapangan. Pihak Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng telah mencatat waktu-waktu kunci kejadian, termasuk keberangkatan Suriata pada 5 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, laporan resmi ke pos SAR pada 6 Oktober 2026 pukul 13.48 WITA, dan penerimaan informasi penemuan jenazah pada 6 Oktober 2026 pukul 15.10 WITA.

Pihak berwenang masih mengumpulkan data dan menunggu hasil pemeriksaan untuk menetapkan penyebab pasti kematian. Informasi lanjutan akan disampaikan oleh instansi yang menangani penyelidikan setelah proses pemeriksaan selesai.

Lihat postingan selengkapnya di bawah ini :

https://www.instagram.com/reel/DeMGeBLgMc2/?stkn=MW95dDB6am90dTFtYQ==